Tampilkan postingan dengan label seni tari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seni tari. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Mei 2017

Kreativitas Tari

Kreativitas yang baik merupakan aktualisasi dari pribadi yang positif. Antara lain harus memiliki inisiatif, keberanian dan kemampuan penalaran. Dalam menata sebuah tarian ada kalanya dimulai dari sebuah ide kemudian dikembangkan dalam bentuk gerak namun dimulai dengan merangkai gerakkan kemudian mencari ide, yang terpenting gerak yang dipilih harus memiliki motivasi untuk pembentukaan tarian. Penataan tarian dapat dimulai dengan cara eksplorasi gerak yang akan menghasilkan gerak yang baru . Dalam pengembangan selanjutnya eksplorasi diolah bersama ketiga elemen dasar pada seni tari yaitu gerak, waktu/ritme, ruang / pola lantai dan tenaga.

A. Pengertian Kreativitas Tari

 Kata kreatif bukan merupakan hal yang asing dan sering kita dengar. Kata kreatif sering dikaitkan dengan membuat karya. Tari salah satu bidang yang dapat dijadikan sebagai objek kreativitas karya seni. Dalam menyusun karya seni sangat dibutuhkan kreativitas yang tinggi untuk menghasilkan karya seni yang baik. Menyusun karya seni dapat menggunakan pembendaharaan gerak tradisi yang sudah ada atau melalui pencarian dan pengembangan gerak yang belum terpola sebelumnya yaitu dengan cara melakukan eksplorasi gerak, improvisasi gerak dan komposisi gerak yaitu penyusunan gerak menjadi sebuah tarian. Pengalaman dan kemampuan seseorang baik secara teoritis maupun praktek dapat dijadikan bekal dalam mewujudkan kreativitas yang diwujudkan dalam karya seni.

Mencipta merupakan dorongan untuk merasakan, menemukan dan menuangkan ide-ide yang ada untuk dikembangkan. Tari tidak tercipta secara instan, terdapat sebuah proses atau langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menciptakan tarian. Proses untuk mencipta atau membuat karya tari dimulai dari mencari ide-ide, yaitu melalui eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan (komposisi).

B. Proses Kreativitas Tari

 Pada dasarnya setiap orang memiliki potensi kreatif. Meskipun dalam kadar yang berbeda, karena setiap orang memiliki kemampuan dan intensitas yang berbeda. Namun kreatif dapat dikembangkan melalui pendidikan dan latihanlatihan. Seperti menggambar jika tidak mencoba dan melakukan latihan secara rutin maka gambar yang dapat dibuat hanya pemandangan gunung saja. Kreatif tidak muncul begitu saja, tetapi harus melalui proses terlebih dahulu yaitu dengan mencoba , melakukan dan berlatih secara berkelanjutan. Kreativitas seseorang dapat dilihat dari hasil akhir kreatif yaitu karya. Hasil akhir tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal seperti faktor lingkungan, sarana, keterampilan, identitas, orisionalitas, dan apresiasi. 

 Proses kreativitas tari dapat dilakukan dengan tahapan yaitu:

 • Eksplorasi gerak, yaitu proses berfikir, imajinasi merasakan dan merespon dari suatu objek yang kita jadikan sebagai bahan karya seni.
 • Improvisasi yaitu spontanitas karena memiliki kebebasan dalam gerak dapat dilakuakan mulai gerak yang sederhana kemudian dikembangkan.
 • Komposisi atau penciptaan karya seni yaitu menata, mengatur dan menata bagian-bagian sehingga satu dengan yang lainnya saling menjalin menjadi kesatuan yang utuh. 

C. Menyusun Karya Tari 

Dalam menyusun karya tari dapat mempergunakan gerak tradisi yang suadah ada atau melalui pencarian gerak yang belum terpola sebelumnya. Perlu diperhatikan bahwa tari sebagai ekspresi seni menuntut kemampuan lebih dari sekedar merangkai gerak menjadi sebuah koreografi, melainkan harus memiliki nilai estetis. Setelah gerak-gerak yang dimaksud telah terkumpul, lalu dirangkai menjadi tarian. Menyusun gerak yang baik adalah memadukan gerak maknawi dengan gerak murni, dirangkai sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dan sudah mencakup arah gerak dan arah hadap. Arah memberikan orientasi pada tarian. Ada dua macam arah dalam menari, yaitu:

1. Arah Hadap, menunjukkan kemana penari menghadap, ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang, menengadah atau menunduk. 
2. Arah Gerak (lintas gerak), menunjukkan kemana penari akan bergerak, membuat lingkaran, zig-zag, berjalan maju dan mundur, serong diagonal, spiral dsb.
 1. Level Tingkat jangkauan gerak atau tinggi rendahnya gerak. Ada tiga level dalam menari, yaitu: 
a. Level Tinggi : Meloncat 
b. Level Sedang : Membungkuk 
c. Level Rendah : Duduk Dari hasil pengolahan suatu gerakan atau gerak yang telah mengalami sitisasi atau distorsi lahir dua jenis gerak tari. Pertama, gerak tari yang bersifat gerak murni dan yang kedua bersifat gerak maknawi. Gerak murni adalah gerak tari dari hasil pengolahan gerak yang dalam pengungkapannya tidak mempertimbangkan suatu pengertian dari gerak tari tersebut. Disini yang dipertimbangkan adalah faktor nilai keindahan gerak tarinya saja. Misalnya gerak-gerak memutar tangan pada pergelangan tangan, beberapa gerak leher seperti pacak-jangga di Jawa, dan sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan gerak maknawi adalah gerak wantah yang telah diolah menjadi suatu gerak tari yang dalam pengungkapannya mengandung suatu pengertian atau maksud disamping keindahannya.

Minggu, 14 Mei 2017

tentang seni



TEMA TARI


            Secara garis besar tema tarian dibagi menjadi 6 yaitu:
1.    Tema Imitatif
2.    Tema pantomim
3.    Tema heroik
4.    Tema erotik
5.    Tema dramatik
6.    Tema non dramatik

 Tari bertema imitatif adalah tarian yang meniru gerak gerik binatang dan alam sekitarContoh :
-       Tari Kupu-kupu
-       Tari merak
-       Tari kelinci
-       Tari jaranan
-       Tari burung Enggang

Tari Pantomim adalah tarian yang meniru gerak kegiatan manusia sehari-hari contoh tari pantomim;
-       Tari Bondan Sayuk
-       Tari Bondan tani
-       Tari Batik
-       Tari Nelayan

Tari bertema heroik adalah tarian yang menggunakan pola garap gerak perang, biasanya tarian bertema heroik menggunakan properti yang berupa tiruan senjata perang seperti; pedang, tameng, tombak, keris, gada, panah dan masih banyak lagi. Contoh tarian bertema heroik
-       Tari Pejuang
-       Tari Keprajuritan
-       Tari Eko Prawiri
-       Tari Retno Pamudya

Tari bertema erotik adalah tarian yang pola garap geraknya banyak menonjolkan gerak tubuh seperti pinggang, pinggul, pundak, atau gerakan tari yang dilakukan oleh 2orang penari yang menggambar percintaan. Contoh tari erotik;
-       Tari Gambyong
-       Tari Tayub
-       Tari jaipong
-       Tari gandrung banyuwangi
-       Tari Karonsih
-       Tari Rara Mendut Pranacitra dsb.

Tari bertema dramatik adalah tarian yang pola garap geraknya dilakukan oleh lebih dari 2 orang penari, dalam tariannya ada penokohan dan ada pembagian peran seperti: tokoh Antagonis, protagonis, tritagonis, peran pembantu dan peran figuran. Sumber cerita dramatik dari epos, sejarah, legenda, babad dan dogengcontoh tarian dramatik;
-       Drama tari gatotkaca Lahir
-       Dramatari Minakjinggo leno
-       Dramatari Bisma Gugur
-       Sendratari Anoman Duta
-       Sendra tari Sinta Ilang
-       Fragmen Ande-ande Lumut
-       Tari kolosal perjuangan Raden Mas Said

Tema non dramatik adalah tarian yang disajikan oleh beberapa orang tanpa menggunakan cerita. Contoh tarian non dramatik;
-       Tari randai
-       Tari kencar-kencar
-       Tari Jaran Gedruk massal
-       Tarian  Pejuang massal

SIMBOL DAN NILAI GERAK

Gerak tari yang ada di wilayah nusantara mempunyai simbol atau makna yang berbeda dari daerah satu dengan yang lainnya. Contoh gerak Manembah

1.      Manembah dalam tari jawa di simbolkan dengan gerak menyatukan kedua belah tangan di depan dada dengan posisi kepala agak menunduk

2.      Di daerah Indonesia bagian Timur, simbol gerak manembah diwujudkan dengan mengangkat kedua tangan di atas kepala, berputar dan sambil membaca mantra.

tentang seni

FUNGSI DAN PERANAN TARI


Fungsi tari dikelompokkan menurut tujuan penyajiannya

1.      Tari sebagai sarana Upacara
Tari sebagai sarana upacara dibedakan menjadi 2 yakni

a.       Upacara keagamaan
Tari sebagai sarana upacara keagamaan adalah tarian yang penyajiannya difungsikan sebagai media upacara agama contoh upacara agama hindu (di Bali) sebagai media penyembahan dewa atau menghormati roh para leluhur. Tari upacara keagamaan cenderung bersigat sakral dan religius
Contoh tari upacara agama:
·         Tari Rejang
·         Tari Sang Hyang
·         Tari Ngalase untuk dewi sri (Jawa Barat)
·         Tari Mon (Irian)
·         Tari Ma’gellu,
·         Tari Bissu (Sulawesi) dsb.

b.      Upacara Adat
Tari untuk upacara adat bersifat magis dan mistis
Gerakannya sederhana, mudah dipelajari, iringan musiknya cenderung monoton
Bentuk panggungnya tertutup dan terbuka
Macam tari upacara adat:
·         Upacara Adat Kraton
Contoh: tari Bedhaya, Srimpi
·         Upacara Adat Masyarakat
Contoh: upacara prkawinan; seperti tari karonsih
Upacara panen seperti tari Pakarena dan tari Manimbon
Upacara khitanan; tari Sisingaan (Subang Jawa Barat) Jaranan Buto (Blitar)
Upacara tolak bala; tari Sang Hyang (Bali), tari Mabugi ( Toraja)
Upacara menjemput tamu; Reyog, tari pendet (Bali) tari Cakalele(Maluku)

2.      Tari Sebagai Sarana Hiburan
Adalah tarian yang disusun bukan untuk dipertontonkan tetapi untuk kepuasan penarinya saja. Susunan gerak tari hiburan sederhana dan mudah dipelajari. Iringan musiknya kadang hanya berupa tepuk tangan belaka, rias busana menggunakan rias sehari-hari. Contoh tari hiburan/pergaulan:
a.       Tari Ketuk Tilu, tari Jaipongan (Sunda)
b.      TarMaengket (Sulawesi )
c.       Tari Tujuh Lompat (Maluku)
d.      Tari Jangger, tari Joged Bumbung (Bali)
e.       Tari Serampang Dua Belas dan tari Rantak Kudo (Sumatra)
f.       Tari Tayub Jateng, Jatim dan Jabar

3.      Tari sebagai Sarana Pertunjukkan
Tari sebagai sarana pertunjukkan di bedakan menjadi 2 yaitu:
-        Show Dance
-        Concert Dance
Show dance adalah pertunjukkan siap pakai dengan ciri-ciri
Ø   Tidak membutuhkan persiapan latihan yang lama
Ø   Penonton/penikmat pertunjukkan dari semua kalangan
Ø   Biasanya di gunakan untuk acara pernikahan/meresmikan gedung baru
Ø   Segi etik dan estetika pertunjukkan kurang di perhatikan

Contoh show dance

-       Tari gambyong
-       Tari Tayub
-       Tari Lilin
-       Tari Gandrung

Tari Gambyong Jawa Tengah                               Tari Piring Sumatra Barat

            Consert Dance adalah tari pertunjukkan yang ciri-cirinya;

-       Memerlukan persiapan yang lama
-       Membutuhkan ketelitian dalam menyusun gerak, iringan,busana dan unsur yg mendukung
-       Penontonnya dari kalangan tertentu
-       Penonton di undang guna memberi saran dan kritik untuk perbaikan pementasan berikutnya
-       Segi etika dan estetika mendapat perhatian khusus
Contoh consert dance
-     Tari Bedhaya
-     Tari serimpi
Tari srimpi pitu                             Tari Serimpi Lanang 

Merencanakan Pameran Rencana sebuah pameran perlu dirancang secara sistematis dan logis agar pada waktu pelaksanaannya berjalan lancar. Ta...